Rabu, 14 Juni 2017

Deg-degan Menunggu Kelahiran Pertama (Cucak Rawa )



Kita semua pasti pernah mengalami rasa deg-degan. Di mana tiba-tiba jantung kita rasanya seperti berdetak secara berbeda dari biasanya. Hal itu umumnya terjadi pada saat kita menghadapi pengalaman yang berbeda dengan biasanya. Utamanya pengalaman baru.

Pada saat melihat pengumuman hasil tes tulis ataupun tes wawancara di perusahaan idaman, pada saat melamar gadis idaman, pada saat menanti kelahiran anak pertama yang tentu saja juga menjadi anak idaman. Pokoknya ketika kita sedang menunggu hal-hal yang menjadi idaman itulah biasanya jantung kita berdetak secara berbeda dengan kebiasaannya, sehingga timbul rasa deg-degan itu tadi. Terlebih jika idaman itu masih baru.

Dalam dunia perburunganpun rupanya peristiwa idaman yang masih baru juga membuat jantung kita menjadi deg-degan. Pak Syam Klaten telah mengalami sendiri tentang hal itu.
Selama ini pak Syam kan banyak dikenal sebagai breeder burung jalak bali. Coba saja googling dengan key word : pak syam penangkar jalak bali atau penangkar jalak bali klaten, maka akan muncul banyak artikel yang mengekspos aktivitas penangkaran pak Syam.

Setelah sukses di penangkaran burung jalak bali, rupanya diam-diam pak Syam merambah penangkaran burung cucak rawa. Pak Syam melakukan ekspansi dari breeding jalak bali ke breeding cucak rawa. Nah di breeding cucak rawa inilah pak Syam mengalami deg-degan tadi. Cucak rawa oh cucak rawa . . .

Seperti telah disinggung di depan bahwa, deg-degan biasanya muncul ketika kita berhadapan dengan sesuatu yang menjadi idaman, terutama idaman yang pertama. Nah hal itulah yang dialami pak Syam, yaitu saat-saat menunggu telur pertama burung cucak rawanya.

Ketika mengetahui burung cucak rawanya unjal sarang, hati pak Syam terasa berbunga-bunga. Ketika memergoki cucak rawa betinanya mendekam di sarang hatinya tambah riang gembira tiara tara. Dia langsung membayangkan panen abangan burung cucak rawa dari kandangnya.

Sudah unjal sarang ? Berarti sebentar lagi burung cucak rawanya akan bertelur dong ? dengan deg-degan pak Syam menunggu bukti. Sehari-dua hari ternyata burungnya belum bertelur. Pagi, siang dan sore burungnya terus dipantau dengan tetap deg-degan tentunya. 

Hari ketiga pemberian pakan burung cucak rawanya terus ditingkatkan. Jangkriknya diperbanyak, pisangnya diselang seling dengan pepaya, tulang sotongnya dicek untuk memastikan kesediaan stok calsium pembentuk cangkang telur dalam tubuh sang indukan cucak rawa tercukupi dengan baik.

Hari-hari pak Syam diliputi dengan suasana riang gembira meski tetap bercampur rasa deg-degan. Suasana kandang cucak rawa juga tambah meriah, karena menjelang bertelor sepasang cucak rawa akan berkicau terus sepanjang hari, tak kenal berhenti. Begitulah ritual yang konon selalu mengiringi mbrojolnya telur si cucak rawa.

Dan akhirnya hari yang dinantikan itupun tiba. Dengan hati yang masih deg-degan berbaur dengan rasa penasaran yang amat sangat, pak Syam mengintip ke dalam kandang burung cucak rawanya . . . jreeng-jreeeng . . . mata pak Syam tertumbuk pada sebuah benda berbentuk oval berwarna coklat bening dengan bintik-bintik coklat gelap tergeletak di lantai kandang. Alhamdulillah burung cucak rawaku sudah nelor. Meski nelornya di lantai kandang. Maklum ini telur pertama. Kalau bertelur yang kedua, ke tiga dan seterusnya dia insya Allah sudah mapan di tempat yang bener. Dia nelor di sarang yang sudah disediakan.

Begitulah deg-degan itu akhirnya terbayar dengan mbrojolnya telur dari indukan cucak rawa. Puaslah sudah, karena sesudah melalui penantian panjang akhirnya yang ditunggu datang juga. Alhamdulillah cucak rawaku sudah nelor, ucap pak Syam dengan mantab. (Pak Syam penangkar burung jalak bali dan burung cucak rawa Klaten, HP. 081280543060 )

0 komentar :

Posting Komentar